Memaafkan

welcome to blog

MEMAAFKAN
Penjelasan kalimat “memaafkan” dalam surat Ali Imran 133 (Lihat KTQS # 1140)
‎ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
“…dan memaafkan (kesalahan) orang”
Orang yang mampu menahan amarah belum tentu bebas dari rasa sakit hati, bahkan dendam.
Mukmin yang baik, bukan hanya menahan amarah, tapi mampu memaafkan orang yang bersalah, sebagaimana mana ditegaskan pada kalimat ini.
Memberi maaf paling berat pada manusia yang berdosa, adalah tatkala marah. Oleh karena itu, sifat mukmin yang baik, bukan hanya mampu menahan amarah, tapi juga memberi maaf ketika marah.
Allah SWT memuji orang yang demikian sebagai manusia yang memiliki derajat tinggi Qs.42:37:
‎وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
“dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf”. (Qs.42:37)
Memaafkan orang lain atas kesalahan yg dilakukan terhadapnya, sebelum orang lain tsb meminta maaf, dan tidak mengharap-harapkan permohonan maafnya, adalah ciri orang yg bertaqwa.
“Jadilah engkau…

View original post 23 more words

Advertisements

Memaafkan

MEMAAFKAN
Penjelasan kalimat “memaafkan” dalam surat Ali Imran 133 (Lihat KTQS # 1140)
‎ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ 
“…dan memaafkan (kesalahan) orang”
Orang yang mampu menahan amarah belum tentu bebas dari rasa sakit hati, bahkan dendam. 
Mukmin yang baik, bukan hanya menahan amarah, tapi mampu memaafkan orang yang bersalah, sebagaimana mana ditegaskan pada kalimat ini. 
Memberi maaf paling berat pada manusia yang berdosa, adalah tatkala marah. Oleh karena itu, sifat mukmin yang baik, bukan hanya mampu menahan amarah, tapi juga memberi maaf ketika marah. 
Allah SWT memuji orang yang demikian sebagai manusia yang memiliki derajat tinggi Qs.42:37:
‎وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
“dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf”. (Qs.42:37)
Memaafkan orang lain atas kesalahan yg dilakukan terhadapnya, sebelum orang lain tsb meminta maaf, dan tidak mengharap-harapkan permohonan maafnya, adalah ciri orang yg bertaqwa.
“Jadilah engkau pemaaf…”. (Surah Al- A’raf 7: Ayat 199)
“Tidaklah seorang itu suka memaafkan, melainkan
dia akan semakin mulia.” (HR Muslim)
” MEMAAFKAN ITU MULIA”

#NTMS

Catatan tidak penting

Mau tau ga hasil survey bbrp waktu ke blkg? Mgk ini result yg hrs dipertimbangkan ladies @rini
1. Sebnyk 90% laki2 saat keluar dr rmh-nya, mrk tdk pikirin istrinya di rmh. Yg ada cm kerjaan, atw seseorg yg menyita pwrhatian
2. Siapa itu? Bisa seorg peremp. Dan sprti beralih perhatiannya pd ‘wil’. Mulai chit chat atw tlp-an. 
3. Bisa jd laki2 itu care, bahkan blg sayang pake banget dg wil itu. Bahkan ada yg blg, sumpah mati2an sayang&cinta-nya
4. Tp ladies bs tanya ga, brp prosentasi sayang yg diberikan itu? Apa buktinya? Bohong klo mrk blg lbh dr 50% sayangnya. 
5. Trs cb tny lg: ‘memang berani nikahin sy? Memang berani kehilangan istrinya di rmh? Sy yakin jawabnya pasti sama: …
6. “Sy tetap akan kembali sm istri sy di rmh..,!” Dgn berbagai alasan. Bahkan mgk akan mundur perlahan dg pertanyaan td. 
7. So.. Buat apa mau dijadikan ‘wil’? Apa manfaatnya? Hny dpt perhatian yg mgk dibuat agar kita melted? Trs msh perlu kah perhatian yg tdk bs didapatkan saat qta membutuhkan?
8. Tapi.. Ada satu perkecualian.. Sy cb tny sm laki2 yg single. Apa jawabanya jika dia suka dgn single parent?
9. Silahkan mau mengakui kalo kita sbg pelengkap saja. Apa yg kita putuskan tdk boleh menjadi penyesalan. Itu adalah pilihan..

Catatan: 

Untuk yang single, saya blm bisa gali lebih dalam. 
#hasilSurvey

#justShare

#Bersambung